Skip ke Konten



Beranda / Berita BKPSDM / ASN Depok Harus Melek Investasi dan Pasar Modal Syariah

ASN Depok Harus Melek Investasi dan Pasar Modal Syariah

Jadi yang pertama!

Ditulis pada September 24, 2018

Berita BKPSDM

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok bekerja sama dengan Program  Studi Manajemen Keuangan Politeknik Negeri Jakarta (PSMK-PNJ) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertajuk “Sekolah Pasar Modal Syariah” : Pengenalan Investasi dan Pasar Modal Syariah sesuai dengan Fatwa MUI No 80/DSN-MUI/III/2011. Selasa (18/9/18).

Kegiatan bertempat di Ruang Edelweis  Gedung Balaikota Depok Lantai 5 dan diikuti oleh 40 (empat puluh ) orang aparatur sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah kota Depok.

Acara dibuka oleh Ketua Jurusan Akuntansi PNJ, Dra. R. Elly Mirati M.M.

Pada sesi pertama, Dr. Sabar Warsini dari PNJ menyampaikan materi Investasi dan Pasar Modal. Di sesi ke 2, Sutrisna Ámijaya perwakilan dari MNC sekuritas, pemegang sertifikasi Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM) menyampaikan materi tentang Pengenalan Investasi dan Pasar Modal Syariah. Dia juga menjelaskan berbagai aspek terkait Fatwa MUI No 80/DSN-MUI/III/2011. Pemberian materi dilanjutkan setelah istirahat oleh narasumber Fathir Asfath, seorang konsultan pasar modal dengan materi strategi berdagang di pasar modal.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Depok, Drs. Supian Suri, MM dalam sambutannya berpesan kepada peserta, khususnya ASN Kota Depok harus melek  investasi yang baik, benar dan sesuai syariah, sehingga tidak terjebak kepada investasi bodong, seperti kejadian Koperasi Pandawa beberapa waktu lalu.

Supian Suri berharap setelah kegiatan ini tidak ada lagi ASN pemkot Depok yang menjadi korban investasi bodong.

Ketua Panitia Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program studi Manajemen Keuangan, PNJ, Ali Masjono bersyukur atas antusias begitu tinggi terhadap pasar modal syariah ini.

“Banyak pertanyaan yang diajukan peserta selama sesi materi berlangsung. Bahkan sebagian besar peserta tidak sabaran untuk segera mulai berinvestasi dengan modal awal Rp 100.000.,” katanya.

Untuk itu, lanjut Masjono. Pihak  MNC sekuritas telah menyiapkan tim untuk menyalurkan minat investasi tersebut dengan cara membuka Rekening Dana Nasabah dibantu oleh para mahasiswa di Galery Investasi Poltek Jakarta.

Written by

This User does not has any information to display :(

Tinggalkan Komentar