Skip ke Konten



Beranda / Berita BKPSDM / Diklat Revolusi Mental Tahun 2019
Diklat Revolusi Mental Tahun 2019

Diklat Revolusi Mental Tahun 2019

Jadi yang pertama!

Ditulis pada October 7, 2019

Berita BKPSDM

Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Depok selaku perangkat daerah yang mempunyai salah satu tugas dalam pengembangan SDM Kota Depok melaksanakan program/kegiatan terkait dengan peningkatan kompetensi PNS Kota Depok. Peningkatan kompetensi ini diberikan melalui pendidikan dan pelatihan (diklat), atau sejenisnya, dengan tujuan agar PNS semakin kompeten dibidangnya.

Sebagaimana telah tertuang didalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, pada Pasal 70 disebutkan bahwa setiap pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi diantaranya melalui pendidikan dan pelatihan, hal ini diatur pula dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

Pada tanggal 23 September s.d 28 September 2019 bertempat di Hotel Onih, Jl. Paledang Kota Bogor, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Depok melaksanakan Kegiatan Diklat Revolusi Mental. Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Adiministrasi dan Umum (Bapak Yayan Arianto, S.Sos, M.Si.). Adapun peserta Diklat Revolusi Mental tahun 2019 ini adalah pejabat administrator dan pengawas (Esselon III/IV) sebanyak 40 Orang peserta dari Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Depok. Diklat revolusi mental bertujuan untuk meningkatkan kemampuan aparatur di Lingkungan Pemerintah Kota Depok agar memiliki integritas serta mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas dan jabatannya.

Bila melihat awal mula gagasan tentang revolusi mental yang pertama kali disampaikan oleh Presiden Soekarno pada Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1956. Soekarno melihat revolusi nasional Indonesia saat itu sedang mandek, padahal tujuan revolusi untuk meraih kemerdekaan Indonesia yang seutuhnya belum tercapai.
Revolusi di zaman kemerdekaan adalah sebuah perjuangan fisik, perang melawan penjajah dan sekutunya, untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kini, 70 tahun setelah bangsa kita merdeka, sesungguhnya perjuangan itu belum dan tak akan pernah berakhir. Kita semua masih harus melakukan revolusi, namun dalam arti yang berbeda. Bukan lagi mengangkat senjata, tapi membangun jiwa bangsa.

Selanjutnya gerakan nasional revolusi mental dicanangkan pada tanggal 6 Desember 2016 lalu oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan menandatangani Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental. Tujuan inpres ini untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa dengan mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila. Diharapkan semua aparatur yang mendapat kesempatan mengikuti diklat ini dapat memiliki integritas dan mengimplementasikannya agar profesional dalam menjalankan tugas dan jabatannya untuk memberikan pelayanan publik yang maksimal demi mewujudkan Kota Depok Unggul, Nyaman dan Religius.

 

 

Written by

This User does not has any information to display :(

Tinggalkan Komentar